Menyelesaikan Masalah Besar
Presiden Prabowo setiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu (27/9/2005), menyampaikan kepada media massa bahwa ia akan segera memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan pejabat terkait untuk menyelesaikan masalah ribuan penerima MBG yang mengalami keracunan.
“Saya baru dari luar negeri 7 hari, saya monitor ada perkembangan itu. Habis ini saya langsung akan panggil Kepala BGN dengan berapa pejabat, kita akan diskusikan,” kata Prabowo.
Prabowo mengatakan program MBG ini menyasar puluhan juta anak hingga masyarakat yang membutuhkan. Ia meyakini akan adanya hambatan dari program tersebut.
Kepala Negara mengakui, untuk memberi makan sekian juta penerima MBG, pasti ada hambatan, rintangan, dan hal ini akan segera diatasi dengan baik oleh pemerintah.
“Ini masalah besar, jadi pasti ada kekurangan dari awal, tapi saya juga yakin bahwa kita akan selesaikan dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana dalam keterangan tertulis, pada Minggu (29/9/2025) mengatakan, jumlah Kejadian Luar Biasa (KLB) yang terjadi sepanjang pelaksanaan program MBG masih perlu dicermati.
Dadan mengungkap, sebagian besar kasus terjadi pada dapur SPPG yang baru beroperasi.
“Data menunjukkan bahwa kasus banyak dialami oleh SPPG yang baru beroperasi, karena SDM masih membutuhkan jam terbang,” ungkapnya.
Dadan mengatakan, faktor lain yang turut memicu insiden tersebut adalah kualitas bahan baku, kondisi air, serta pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP). (Rif)

