PETERNAKAN PRIMKOP DARMA PUTRA DIRGAHAYU

Lensa Media, Depok – Primkop Darma Putra Dirgahayu Kostrad mengembangkan unit usaha ayam petelur di Cilodong, Depok. Peternakan yang berdiri di kawasan markas Kostrad ini merupakan hasil kerja sama dengan Pasir Luhur Farm dan Kostrad 28. Kehadiran usaha tersebut menjadi langkah nyata untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Dalam tahap awal, peternakan sudah mampu menghasilkan sekitar 1.500 butir telur per hari. Jumlah itu masih bisa bertambah seiring rencana penambahan populasi ayam. Setiap telur yang dipanen dari kandang dengan sistem baterai langsung dikumpulkan, dipilah, dan didistribusikan untuk kebutuhan internal maupun pasar sekitar.

Manfaat dari usaha ini tidak hanya sebatas pada peningkatan ekonomi koperasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar Cilodong. Harga telur yang relatif stabil di pasaran menjadi alasan utama betapa pentingnya ketersediaan produksi lokal. Dengan suplai dari peternakan, kebutuhan protein masyarakat diharapkan tetap terpenuhi meski harga bahan pokok kerap berfluktuasi.

Peternakan ini sudah bisa hasilkan lebig dari 1.500 butir telur per hari

Data Badan Pangan Nasional mencatat konsumsi telur ayam ras masyarakat Indonesia mencapai 6,69 kilogram per kapita per tahun. Sementara itu, survei Badan Pusat Statistik melalui Susenas 2023 menyebut rata-rata konsumsi per bulan sekitar 10,09 butir per orang. Angka ini menunjukkan telur tetap menjadi sumber protein utama dan murah, sehingga usaha ayam petelur memiliki prospek pasar yang luas.

Primkop Darma Putra Dirgahayu menilai usaha ini merupakan langkah strategis. Selain mendukung misi Badan Gizi Nasional dalam meningkatkan asupan protein masyarakat, peternakan ayam petelur juga diharapkan bisa memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan pertumbuhan penduduk dan tekanan harga pangan global.

Dengan sistem kandang sederhana berbahan kayu, deretan ayam petelur tampak tertata rapi. Setiap hari, telur-telur yang menggelinding ke baki penampung dikumpulkan oleh petugas. Dari kandang inilah ribuan butir telur siap masuk ke pasar, menjadi bahan pangan bagi banyak keluarga.

Pengembangan usaha ayam petelur juga memperlihatkan sinergi antara institusi militer dengan sektor swasta. Pasir Luhur Farm membawa pengalaman teknis dalam pengelolaan peternakan, sementara Kostrad 28 memberikan dukungan sarana serta lahan. Kolaborasi ini menghasilkan model kemitraan yang berpotensi direplikasi di berbagai daerah lain.

Ke depan, produksi telur ditargetkan meningkat seiring rencana ekspansi kapasitas kandang. Jika pada tahap awal baru menghasilkan 1.500 butir per hari, maka dengan penambahan populasi ayam jumlah itu bisa berlipat ganda. Dengan begitu, kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional akan semakin signifikan.

Primkop Darma Putra Dirgahayu optimistis bahwa usaha ayam petelur ini tidak hanya sekadar unit bisnis, melainkan juga bentuk nyata kepedulian terhadap kebutuhan gizi masyarakat. “Telur adalah sumber protein yang paling mudah dijangkau. Kami ingin memastikan ketersediaannya tetap terjamin,” demikian pernyataan yang disampaikan dalam laporan resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *