Jakarta, Lensa Media – Brigjen Pol Nunung Syaifuddin resmi diangkat sebagai Wakil Kepala Bareskrim Polri menggantikan Irjen Pol Asep Edi Suheri. Pengangkatan ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2192/IX/KEP./2025 tertanggal 24 September 2025. Sebelumnya, Nunung menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipdter) Bareskrim Polri, dan kini dipercaya menduduki posisi strategis di jajaran reserse Mabes Polri.
Pergantian posisi Wakabareskrim ini menjadi sorotan utama dalam rotasi besar-besaran Polri kali ini. Mutasi melibatkan puluhan perwira tinggi dan menengah, baik di Mabes Polri maupun di kepolisian daerah. Secara keseluruhan, ada 66 personel yang masuk dalam dua surat telegram Kapolri, yakni Nomor ST/2134/IX/KEP./2025 tertanggal 19 September 2025 dan Nomor ST/2192/IX/KEP./2025 tertanggal 24 September 2025.
Dari dua surat tersebut, sebanyak 49 personel mendapatkan promosi atau penugasan baru, sementara sisanya pensiun maupun ditarik ke penugasan khusus. Rinciannya, dalam ST/2134 terdapat 43 personel dengan komposisi 35 promosi atau flat, enam pensiun, satu penugasan khusus, dan satu kembali dari penugasan khusus. Sementara dalam ST/2192, terdapat 17 personel dengan rincian 14 promosi atau flat serta tiga penugasan khusus.
Selain pengangkatan Brigjen Nunung Syaifuddin sebagai Wakabareskrim, sejumlah jabatan strategis lain juga mengalami pergeseran. Berikut beberapa nama penting yang ikut dimutasi:
-
Irjen Pol Helmy Santika, dari Kapolda Lampung menjadi pati Itwasum Polri.
-
Brigjen Pol Suyudi Ario Seto, menggantikan posisi Kapolda Lampung.
-
Irjen Pol Rusdi Hartono, dari Kapolda Sulawesi Selatan menjadi pati Bareskrim Polri.
-
Irjen Pol Andi Rian Djajadi, menggantikan posisi Kapolda Sulawesi Selatan.
-
Irjen Pol Hendro Pandowo, dari Kapolda Kepulauan Bangka Belitung menjadi pati Bareskrim Polri.
-
Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing, menggantikan posisi Kapolda Kepulauan Bangka Belitung.
Rotasi besar ini menegaskan langkah Polri dalam melakukan penyegaran organisasi. Pergantian pejabat, khususnya di level strategis, dianggap penting untuk menjaga dinamika, memperkuat kinerja, sekaligus mempersiapkan regenerasi kepemimpinan di tubuh kepolisian.
