Tempat penyimpanan mobil baru di Shanghai pada September 2025. Kebijakan yang menjadikan Tiongkok sebagai kekuatan otomotif global, kini menyebabkan gejolak di industri otomotif. Foto: Reuters/ Go Nakamura.

Jakarta,lensamedia.asia-Kebijakan Pemerintah Tiongkok yang memprioritaskan target produksi daripada permintaan pasar telah menyebabkan investasi berlebih oleh produsen mobil. Kelebihan pasokan kendaraan yang diakibatkannya telah menciptakan transaksi yang merugikan di seluruh rantai penjualan, dan memunculkan berbagai praktik yang tidak lazim.

Menukil Reuters, sebuah ruang pamer di pusat perbelanjaan di Chengdu—Ibu Kota Provinsi Sichuan–Tiongkok, menawarkan harga istimewa untuk mobil-mobil baru. Pengunjung dapat memilih dari sekitar 5.000 unit kendaraan. Audi buatan lokal didiskon 50 persen. SUV tujuh penumpang dari FAW Tiongkok dibanderol sekitar $22.300, lebih dari 60 persen di bawah harga resminya.

Penawaran istimewa dari perusahaan bernama Zcar–yang mengaku membeli dalam jumlah besar dari produsen mobil dan dealer–karena Tiongkok memiliki terlalu banyak mobil. Bertahun-tahun subsidi dan kebijakan pemerintah lainnya bertujuan menjadikan Tiongkok kekuatan otomotif global dan pemimpin kendaraan listrik dunia. Produsen mobil domestik telah mencapai tujuan tersebut, dan terus memproduksi lebih banyak lagi. Belakangan baru diketahui, itulah masalahnya.

Tiongkok memiliki lebih banyak merek domestik yang diproduksi lebih banyak daripada yang dapat diserap oleh pasar mobil di dunia. Karena industri tersebut berupaya mencapai target produksi, yang dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah.

Hal ini, kata para eksekutif industri, membuat semua produsen mobil di Tiongkok hampir mustahil untuk meraih keuntungan. Harga kendaraan listrik Tiongkok mulai kurang dari $10.000 di AS, dan hanya sedikit produsen yang menawarkan harga di bawah $35.000.

Survei industri yang diterbitkan Agustus 2025 menyebutkan, sebagian besar dealer di Tiongkok juga tidak dapat menghasilkan uang, karena lahan mereka penuh dengan kelebihan stok. Dealer merespons dengan memangkas harga. Beberapa pengecer mendaftarkan dan mengasuransikan mobil yang tidak terjual dalam jumlah besar. Sebuah manuver yang memungkinkan produsen mobil mencatatnya sebagai mobil terjual sekaligus membantu dealer memenuhi syarat untuk mendapatkan potongan harga pabrik dan bonus dari produsen.

Kendaraan yang tidak diinginkan dibuang ke pedagang pasar gelap, seperti Zcar. Beberapa muncul di situs media sosial bergaya TikTok dalam penjualan obral kilat. Lainnya diubah namanya menjadi “bekas”–meskipun odometernya tidak menunjukkan jarak tempuh–dan dikirim ke luar negeri. Beberapa berakhir terbengkalai di kuburan mobil yang penuh rumput liar.

Menurut banyak tokoh dan analis industri, praktik-praktik yang tidak biasa ini merupakan gejala pasar yang kelebihan pasokan, dan menunjukkan potensi guncangan yang mencerminkan gejolak di pasar properti dan industri tenaga surya Tiongkok. Hal ini bermula dari kebijakan pemerintah yang memprioritaskan peningkatan penjualan dan pangsa pasar–demi mencapai tujuan yang lebih besar, yaitu lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi– daripada profitabilitas dan persaingan yang berkelanjutan. (Rif)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *