Jakarta ,Lensa Media— Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan komitmen TNI Angkatan Darat (TNI AD) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah mengelola peternakan ayam dan lahan pangan di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Maruli, keterlibatan TNI AD di sektor pangan merupakan bentuk tanggung jawab sosial sekaligus dukungan terhadap ketahanan pangan nasional. Ia menjelaskan bahwa TNI memiliki sumber daya, lahan, dan personel yang dapat dimanfaatkan untuk membantu rakyat. “Ini bagian dari kontribusi TNI untuk bangsa,” ujar Maruli dalam wawancara dengan Tempo baru-baru ini.

Program MBG bertujuan memastikan masyarakat, terutama pelajar dan kelompok rentan, memperoleh akses terhadap makanan bergizi. Melalui satuan komando teritorial, TNI AD kini aktif mengelola lahan pertanian dan peternakan ayam sebagai bagian dari dukungan terhadap program tersebut.

Beberapa satuan bahkan telah berhasil mengembangkan peternakan ayam mandiri dan lahan pangan produktif yang hasilnya membantu masyarakat sekitar. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah serta menumbuhkan semangat kemandirian di kalangan masyarakat.

Maruli menekankan bahwa kekuatan bangsa tidak hanya diukur dari kemampuan militer, tetapi juga dari ketersediaan pangan dan kesejahteraan rakyat. “TNI tidak hanya menjaga pertahanan negara, tapi juga ikut memastikan rakyat kuat. Ketahanan negara dimulai dari perut yang kenyang,” katanya.

Upaya TNI AD ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena menunjukkan sinergi antara sektor pertahanan dan pembangunan nasional. Dengan kemampuan dan kedisiplinan yang dimiliki, TNI AD diyakini mampu menjadi pelopor ketahanan pangan di wilayah terpencil maupun rawan krisis pangan.

Melalui program peternakan dan lahan pangan, TNI AD menunjukkan bahwa semangat pengabdian kepada negara tidak terbatas di medan tempur. Dari sawah hingga kandang ayam, para prajurit ikut menjaga sumber kehidupan rakyat sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian pangan dan kemandirian bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *