KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN), Komisaris Jenderal (Komjen) Dr. Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.SI, menyatakan tidak ada kompromi terhadap sindikat jaringan narkoba di Indonesia. Ia akan menyikat bandar dan jaringan narkoba sampai ke akar-akarnya.
Senin, 25 Agustus 2025, menjadi momen penting bagi Komjen Suyudi Ario Seto. Pria kelahiran Jakarta, 14 Juli 1973 itu, dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) menggantikan Komjen Martinus Hukom. Pelantikan berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 118/TPA Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Tinggi Utama di Lingkungan Badan Narkotika Nasional.
Presiden Prabowo tentu tidak sekadar menyilakan Suyudi memimpin lembaga pemerintah nonkementerian di Indonesia yang bertanggung jawab untuk melaksanakan tugas pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika, psikotropika, prekursor, dan bahan adiktif lainnya. Dalam menjalankan tupoksinya—dengan berkoordinasi dengan Polri–Kepala BNN bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
“Saya mendapat perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk sikat jaringan narkoba sampai ke akar-akarnya. Jangan sampai ada kompromi, selamatkan rakyat dengan rehabilitasi, bangun sistem yang jelas, akuntabel, dan modern,” Suyudi menyampaikan pesan Presiden Prabowo kepada jajaran BNN, baru-baru ini.
Suyudi melanjutkan pesan Presiden Prabowo agar BNN menjadi ujung tombak, bukan sekadar pelengkap.
“Ini perintah Presiden langsung. Artinya, setiap langkah kita bukan sekadar kerja rutin, tapi mandat negara. Kalau Presiden sudah memberi kepercayaan, tentunya kita tidak boleh main-main. Arahkan betul seluruh anggota kita. Apa yang kita kerjakan akan dicatat dan didukung. Itu semangat kita,” tegasnya.
Ia menyerukan agar semua unsur di BNN harus satu suara, satu langkah, dan menunjukkan BNN dapat menjawab kepercayaan masyarakat.
“Jadikan pengabdian kita sebagai ladang ibadah dan legacy yang terbaik untuk bangsa dan negara,” pungkasnya.
Suyudi mengakui, upaya pencegahan dan penindakan peredaran narkoba di Indonesia tidak hanya bisa dilakukan oleh BNN dan Polri. Butuh kolaborasi dan kerja sama dengan pihak-pihak terkait, bahkan sampai unsur perangkat di lingkungan warga.
Ketika Suyudi melakukan audiensi dengan Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, pada 19 September 2025, baginya sebagai langkah nyata penguatan sinergi antara BNN dan TNI AL dalam perang melawan narkotika, yang sejalan dengan semangat War on Drugs for Humanity atau Perang Melawan Narkoba untuk Kemanusiaan. BNN bersama dengan TNI AL terus memperkuat kerja sama Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di jalur laut.
“Untuk memberantas narkotika, BNN tidak dapat bekerja sendiri, karena kerja sama yang kuat sangat diperlukan. Apabila jika kita bersama-sama, maka hasilnya akan lebih maksimal,” ucap Suyudi.

