Badan Industri Nasscom mengatakan bahwa kebijakan Trump berpotensi menimbulkan dampak berantai pada ekosistem inovasi Amerika dan mengganggu kelangsungan bisnis proyek-proyek di dalam negeri.
“Ekspor jasa akhirnya terseret ke dalam perang perdagangan dan teknologi global yang sedang berlangsung,” ujar Kepala Ekonom Emkay Global, Madhavi Arora, seraya menambahkan bahwa hal itu dapat mengganggu model onsite-offshore sektor TI, yang akan menekan margin dan rantai pasokan.
Sebagian besar pengamat industri memperkirakan langkah Trump akan membatasi peran yang berhadapan langsung dengan klien, sehingga menghambat konversi kesepakatan TI dan memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk meningkatkan skala proyek teknologi.
“Klien akan menuntut perubahan harga atau menunda tanggal mulai hingga kejelasan mengenai tantangan hukum. Beberapa proyek akan diubah cakupannya untuk mengurangi staf di dalam negeri. Proyek lainnya akan mengalihkan pelaksanaan ke luar negeri atau dekat negeri sejak awal,” ujar CEO HFS Research, Phil Fersht.
Sementara itu, para pengacara imigrasi yang menerima banyak panggilan telepon selama akhir pekan akibat kekacauan dan kebingungan yang ditimbulkan pernyataan Trump, yang menuduh sektor TI memanipulasi sistem H-1B, mengatakan biaya visa baru tersebut sangat tinggi.
“Kami memperkirakan perusahaan akan menjadi jauh lebih selektif dalam memutuskan kandidat mana yang akan disponsori, dengan hanya menyediakan pengajuan H-1B untuk peran yang paling penting bagi bisnis. Hal ini akan secara signifikan mengurangi akses ke program H-1B bagi banyak warga negara asing terampil dan dapat mengubah permintaan perusahaan,” tutur Vic Goel, mitra pengelola di firma hukum AS Goel & Anderson.
Menurut pesan internal yang dilihat Reuters, sebelum Gedung Putih mengklarifikasi bahwa perintah tersebut hanya berlaku untuk pemohon baru dan bukan pemegang visa yang sudah ada atau mereka yang ingin memperbarui visa, perusahaan-perusahaan termasuk Tata Concultancy Services, Eli Lilly (LLY.N), Microsoft, JP Morgan, dan Amazon (AMZN.O), menyarankan karyawan pemegang visa H-1B untuk tetap tinggal atau kembali ke AS sebelum hari Minggu.
Lain halnya sikap yang akan ditempuh para pengacara imigrasi, yang dikabarkan akan menggugat secara hukum kebijakan Trump tersebut.
“Kami mengantisipasi bahwa beberapa tuntutan hukum akan segera diajukan minggu ini,” kata CEO Alcorn Immigration Law, Sophie Alcorn. (Rif)

