Lensa Media — Sebuah arahan mengenai pentingnya membangun sistem yang kuat kembali menjadi perhatian. Dalam arahan tersebut ditegaskan bahwa dalam sistem yang baik, orang yang kurang baik akan menjadi baik; sementara dalam sistem yang tidak baik, orang baik pun dapat berubah menjadi tidak baik. Pesan ini menyoroti betapa besar peran sistem dalam menentukan perilaku dan integritas seseorang.

Pandangan tersebut sejalan dengan pendapat banyak pakar tata kelola, termasuk yang pernah disampaikan oleh Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, yang menilai bahwa kuat atau lemahnya sebuah sistem dapat menciptakan perubahan besar dalam perilaku masyarakat.

Sistem Buruk Bisa Menyeret Orang Baik Melakukan Hal yang Salah

Prof. Yusril pernah mencontohkan pengalaman pribadinya saat mengurus KTP di sebuah instansi pemerintah. Karena proses yang sangat lambat dan berbelit, ia mencoba bertanya kepada petugas mengenai kemungkinan penyelesaian cepat dan berapa biayanya. Petugas tersebut disebut menjawab: “Satu juta.”

Kepada publik, Yusril pernah menyampaikan bahwa situasi seperti ini berpotensi mendorong seseorang melakukan tindakan yang tidak benar, bukan karena niat jahat, tetapi karena sistem yang buruk menekan dan membuka ruang penyimpangan.

Ia menegaskan, kondisi semacam ini bisa membuat orang baik terpaksa melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan.

Sistem Baik Mendorong Disiplin Kolektif

Sebaliknya, Yusril juga memberi contoh sistem yang baik seperti yang diterapkan di Singapura. Dengan tata kelola yang rapi, prosedur jelas, dan pengawasan yang kuat, masyarakat — bahkan mereka yang di negaranya dikenal tidak disiplin — pada akhirnya tetap mau mengikuti aturan.

Menurutnya, ketika sistem dirancang dengan baik, setiap orang akan terdorong untuk bersikap tertib. Bahkan orang yang berniat melakukan pelanggaran pun menjadi kesulitan mencari celah dan akhirnya ikut disiplin.

Sistem yang Baik adalah Pondasi Integritas

Arahan pemimpin yang menekankan pentingnya sistem yang kuat ini menunjukkan bahwa perbaikan perilaku bukan hanya soal pembinaan manusia, melainkan pembenahan mekanisme kerja. Sistem yang jelas, cepat, transparan, dan bebas celah adalah fondasi yang mampu mendorong seluruh elemen organisasi bertindak sesuai aturan.

Dalam sistem seperti itu, orang yang kurang baik akan terbawa menjadi baik karena aturan memaksa mereka untuk mengikuti standar. Sebaliknya, sistem yang lemah dan tidak konsisten justru menjerumuskan orang baik ke dalam tekanan situasi yang mendorong tindakan keliru.

Penutup

Pernyataan ini mengingatkan bahwa reformasi sistem adalah kebutuhan mendesak bagi organisasi pemerintah, lembaga pelayanan publik, maupun sektor lainnya.
Sebab, pada akhirnya, perilaku seseorang hampir selalu dipengaruhi oleh seberapa baik sistem yang mengatur lingkungan tempat ia berada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *